Rabu, 01 Juni 2016

Daerah Asal

Kota Palu, Sulawesi Tengah

Kota Palu dikenal dengan sebutan Bumi Tadulako merupakan kota yang cukup indah dengan panorama laut dan pegunungan yang indah untuk dinikmati. Mata pencaharian utama masyarakat Kaili adalah bercocok tanam disawah,diladang dan menanam kelapa. Disamping itu masyarakat suku Kaili yang tinggal didataran tinggi mereka juga mengambil hasil bumi dihutan seperti rotan,damar dan kemiri, dan beternak. Sedang masyarakat suku Kaili yang dipesisir pantai disamping bertani dan berkebun, mereka juga hidup sebagai nelayan dan berdagang antar pulau ke kalimantan. Makanan asli suku Kaili pada umumnya adalah nasi, karena sebagian besar tanah dataran dilembah Palu, Parigi sampai ke Poso merupakan daerah persawahan. Kadang pada musim paceklik masyarakat menanam jagung, sehingga sering juga mereka memakan nasi dari beras jagung (campuran beras dan jagung giling).
Kebiasaan makan masyarakat kota Palu tidak jauh berbeda dengan masyarakat di kota lain pada umumnya, hanya saja lebih terlihat pada keanekaragaman makanan yang dikonsumsi setiap hari. Umumnya yang lebih banyak dikonsumsi adalah makanan yang kaya akan sumber karbohidrat dan lemak. Sangat jarang didapatkan masyarakat yang sering mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran dengan teratur setiap hari. Bagi masyarakat kota Palu, jika hanya mengkonsumsi buah, sayuran, roti ataupun cemilan belum disebut sebagai makan. Bagi mereka makan adalah mengkonsumsi nasi atau sumber karbohirdat lainnya dengan daging atau ikan sebagai sumber protein dalam porsi yang banyak. Adapun makan makanan dalam jumlah/ porsi yang banyak bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat kota Palu.  
Makanan khas suku Kaili adalah makanan makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol seperti sop tulang sapi (kaledo), kuah asam dari tulang sapi (uvempoi). Konsumsi makanan bersantan yang terlalu banyak akan semakin meningkatnya resiko hipertensi pada masyarakat suku Kaili dan kota Palu. Hal ini yang menyebabkan tingkat obesitas dan prevalensi penyakit degeratif masih sangat tinggi yakni Jantung koroner 22,3 %, Diabetes Mellitus 6,5 %, Hipertensi 34,3 %, Stroke 12,5 % (Riskesdas, 2007).
 Sumber : by Yunus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar