Kota Palu, Sulawesi Tengah
Kota
Palu dikenal dengan sebutan Bumi Tadulako merupakan kota yang cukup
indah dengan panorama laut dan pegunungan yang indah untuk dinikmati.
Mata pencaharian utama masyarakat Kaili adalah bercocok tanam
disawah,diladang dan menanam kelapa. Disamping itu masyarakat suku Kaili
yang tinggal didataran tinggi mereka juga mengambil hasil bumi dihutan
seperti rotan,damar dan kemiri, dan beternak. Sedang masyarakat suku
Kaili yang dipesisir pantai disamping bertani dan berkebun, mereka juga
hidup sebagai nelayan dan berdagang antar pulau ke kalimantan. Makanan
asli suku Kaili pada umumnya adalah nasi, karena sebagian besar tanah
dataran dilembah Palu, Parigi sampai ke Poso merupakan daerah
persawahan. Kadang pada musim paceklik masyarakat menanam jagung,
sehingga sering juga mereka memakan nasi dari beras jagung (campuran
beras dan jagung giling).
Kebiasaan
makan masyarakat kota Palu tidak jauh berbeda dengan masyarakat di kota
lain pada umumnya, hanya saja lebih terlihat pada keanekaragaman
makanan yang dikonsumsi setiap hari. Umumnya yang lebih banyak
dikonsumsi adalah makanan yang kaya akan sumber karbohidrat dan lemak.
Sangat jarang didapatkan masyarakat yang sering mengkonsumsi buah-buahan
dan sayuran dengan teratur setiap hari. Bagi masyarakat kota Palu, jika
hanya mengkonsumsi buah, sayuran, roti ataupun cemilan belum disebut
sebagai makan. Bagi mereka makan adalah mengkonsumsi nasi atau sumber
karbohirdat lainnya dengan daging atau ikan sebagai sumber protein dalam
porsi yang banyak. Adapun makan makanan dalam jumlah/ porsi yang banyak
bukan hal yang aneh lagi bagi masyarakat kota Palu.
Makanan khas suku Kaili adalah makanan makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol seperti sop tulang sapi (kaledo), kuah asam dari tulang sapi (uvempoi). Konsumsi makanan bersantan yang terlalu banyak akan semakin meningkatnya resiko hipertensi pada masyarakat suku Kaili dan kota Palu. Hal ini yang menyebabkan tingkat obesitas dan prevalensi penyakit degeratif masih sangat tinggi yakni Jantung koroner 22,3 %, Diabetes Mellitus 6,5 %, Hipertensi 34,3 %, Stroke 12,5 % (Riskesdas, 2007).
Sumber :
Makanan khas suku Kaili adalah makanan makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol seperti sop tulang sapi (kaledo), kuah asam dari tulang sapi (uvempoi). Konsumsi makanan bersantan yang terlalu banyak akan semakin meningkatnya resiko hipertensi pada masyarakat suku Kaili dan kota Palu. Hal ini yang menyebabkan tingkat obesitas dan prevalensi penyakit degeratif masih sangat tinggi yakni Jantung koroner 22,3 %, Diabetes Mellitus 6,5 %, Hipertensi 34,3 %, Stroke 12,5 % (Riskesdas, 2007).
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar